Sampel Buku Fun Math with Children
Sampel buku “Fun Math with Children”, yang bisa dilihat dalam bentuk flipbook.
Sampel buku “Fun Math with Children”, yang bisa dilihat dalam bentuk flipbook.
Menurut wikipedia, Origami berasal dari kata ori dan kami. “Ori” artinya melipat dan “kami” artinya kertas. Origami merupakan seni tradisional melipat kertas masyarakat jepang. Dimulai pada abad ke-17 dan dipopulerkan pada pertengahan tahun 1900-an. Selanjutnya origami dikenal sebagai seni modern dalam melipat kertas, dan dikenal umum di seluruh penjuru dunia.
Tujuan umum origami adalah mengubar bentuk datar sehelai kertas menjadi sebuah bentuk 3-Dimensi melalui teknik-teknik melipat. Dalam origami, tentunya penggunaan lem atau gunting tidak diperbolehkan, sebab kalau demikian bentuk yang dihasilkan tidak lagi dianggap origami.
Dalam perkembangan selanjutnya lagi, seni melipat kertas atau origami ini rupanya sering pula berhubungan dengan matematika. Sehingga tidak heran, banyak juga diantara para pembuat origami (paperfolder) ini juga ada dari kalangan ilmuwan matematika.
Mengadaptasi definisi dari wikipedia, doodle diartikan sebagai bentuk gambar sktesa, merupakan bentuk gambar sembarang yang biasa dibuat oleh seseorang ketika pikirannya tidak fokus pada suatu hal. Doodle adalah gambar sederhana baik itu berupa bentuk-bentuk kongkret ataupun bentuk abstrak.
Sementara doodle matematika yang saya maksud di sini adalah doodle yang mengandung unsur-unsur matematika ataupun yang bersifat matematis.
Seseorang harus membawa seekor serigala, kambing, dan seikat kubis menyeberangi sebuah sungai. Satu-satunya perahu yang dapat ia temukan hanya dapat membawa dua dari antara mereka dalam sekali jalan. Tetapi ia diperintahkan untuk membawa semuanya ke seberang dalam kondisi baik. Bagaimana hal itu dapat dilakukan?
Seorang teman menunjukkan sebuah link ke sebuah situs ebook gratis, Gutenberg. Salah satu ebooknya tentang matematika adalah “Amusements in Mathematics” oleh Henry Ernes Dudeney. Ebook sebanyak 253 halaman ini berisi beragam teka-teki populer yang sangat menarik dan tentunya juga menantang.
Salah satu teka-tekinya adalah teka-teki tentang lompatan kodok berikut ini:
Dalam tulisan saya terdahulu- Trigonometri Bagian 2- sudah dibahas bagaimana cara mencari nilai trigonometri untuk sudut-sudut istimewa. Berikut adalah video tutorial yang saya temukan berkaitan dengan hal itu. Semoga menjadi lebih jelas.
Saya senang jika dapat gambar-gambar yang berkaitan dengan matematika. Baik itu poster yang dibuat manual ataupun digital. Berhubung saya tidak bisa menggambar, sementara saya cukup mengagumi hasil karya orang aja.
Satu tempat favorit saya mencari resources gambar adalah deviantART. Di sana Anda akan menemukan berbagai bentuk gambar hasil karya para artis dari berbagai belahan dunia. Ada berbagai tema termasuk yang berhubungan dengan matematika. Baik itu kategori bentuk seni digital, fotografi, kartun atau komik, dan bentuk lainnya. Pokoknya komplit deh!
Menyediakan buku-buku cerita baik itu kisah ataupun dongeng sepertinya merupakan sebuah keharusan bagi Anda jika Anda memiliki anak kecil di rumah. Ada banyak buku cerita tersedia yang bisa Anda pilih sesuai keinginan Anda dan anak Anda tentunya. Saya pun memiliki beberapa buku yang isinya menceritakan berbagai kisah dan dongeng. Beberapa diantaranya berisi cerita-cerita favorit dan paling sering dibacakan karena kedua anak saya menyukainya.
Ya, anak kecil senang sekali ketika mereka mendengarkan sebuah kisah atau dongeng. Membacakan cerita kepadanya tentunya merupakan sebuah ide bagus.
Bacakan beberapa cerita kepada anak ketika menjelang tidur di malam hari, atau kapanpun ketika dia menginginkannya. Bacakanlah dengan suara nyaring kepada mereka. Jangan lupa, sedikit ekspresi mungkin diperlukan ketika Anda bercerita.
Lalu apa hubungannya dengan matematika?
Membuktikan sebuah aturan (teorema) dalam matematika sering menjadi tantangan tersendiri. Tetapi seringkali pembuktian yang diberikan itu tidak sesuai aturan yang telah berlaku.
Berikut, Anda diminta untuk membuktikan bahwa satu sama dengan dua. Setengah memaksakan diri, Anda melakukan pembuktiannya sebagai berikut.
Teorema:
Sudah lama saya berniat ingin menulis sebuah tema yang berkaitan dengan judul tulisan di atas. Seni yang saya maksud di sini adalah seni dalam bentuk visual. Saya tertarik akan hal itu bukan karena saya adalah ahli dalam seni ataupun matematika, hanya saja seringkali saya dapati ada karya-karya seni yang sepertinya didalamnya itu mengandung matematika. Seperti adanya keteraturan, sebuah pola rumit yang sangat serasi, dan seterusnya.
Bagi orang yang awam terhadap seni seperti saya, saya hanya bisa menyebutkan sesuatu adalah karya seni ketika saya dapati sesuatu itu terlihat atau terasa indah dipandang. Sementara bersifat matematis karena tersimpan keteraturan dan keserasian di dalamnya. Yang jadi pertanyaan saya adalah apakah para seniman yang menciptakan karya-karya itu memang membuatnya dengan perhitungan-perhitungan matematis?
Komentar Anda