Matematika di Dunia Virtual “Second Life”

Beberapa bulan ini saya mulai menikmati kehidupan baru saya di dunia virtual Second Life. Ketertarikan saya terhadap Second Life belakangan ini tak lepas dari aspek edukasi yang ada di dalamnya. Ya, rupanya Second Life bisa dan sudah banyak digunakan untuk kepentingan pendidikan. Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu Second Life, berikut saya berikan sedikit gambarannya.

Second Life adalah platform 3D yang banyak dipakai untuk bermain game, model, dan simulasi. Beberapa tahun terakhir, mulai muncul gerakan pemakaian Second Life untuk dunia pendidikan, yang dikenal dengan gerakan Second Life for Education (SLED). Banyak lembaga besar seperti NASA, The Abyss Observatory, berbagai museumperpustakaan, dan perguruan tinggi memiliki tanah di Second Life.

Di Indonesia, beberapa orang ibu praktisi pendidikan berbasis keluarga mulai membuat rintisan SLED Indonesia. Mereka membuat grup di Facebook, membuat blog, dan melakukan pertemuan setiap hari Jumat. SLED Indonesia juga sepertinya belum lama lagi akan mendapat sumbangan istimewa dari rumah inspirasi. Menurut kreatornya, rumah inspirasi di Second life ini akan didedikasikan bagi pemanfaatan Second Life untuk pendidikan.

Satu hal yang menjadi ketertarikan saya sekarang adalah bagaimana Second Life ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran matematika. Perlu Anda ketahui bahwa kajian-kajian ilmiah yang membahas mengenai pemanfaatan platform Second Life untuk pendidikan khususnya dalam kegiatan pembelajaran telah banyak dilakukan.

Untuk bidang matematika, salah satunya seperti yang dipublikasikan dalam paper Prof. dr. M. Valck dalam the International Conference for the Learning Sciences (ICLS), di Utrecht, The Netherlands. Ada juga artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal matematika terapan.

Perjalanan saya dimulai dengan eksplorasi ke beberapa tempat di Second Life yang ada hubungannya dengan matematika. Dalam postingan saya terdahulu mengenai seni matematika, saya memperlihatkan beberapa karya seni matematis hasil karya para matematikawan, maka di Second Life saya menemukan yang lebih menakjubkan. Kita bisa mendapatkan karya seni matematika ini dengan sensasi berbeda. Karena selain kita bisa melihat kita juga bisa mengamati lebih dalam. Lewat avatar kita juga bisa memegang, memainkan dan bahkan duduk-duduk atau berdiri pada objek-objek itu ^_^.

Berikut adalah dokumentasi perjalanan saya menyusuri dunia “Math Art Island” ^_^.

"Geodesic Dome" dengan taman berisi patung-patung matematis

Gambar di atas adalah taman matematis yang berada di sim xyz. Taman ini dibangun oleh Henry Segerman. Di Dunia nyata, bentuk kubah geodesik seperti di atas bisa ditemui pada bangunan Spaceship Earth di Epcot, Walt Disney World, juga pada bangunan  The Climatron greenhouse di Missouri Botanical Gardens.

Sekarang kita lihat ada apa saja di dalam taman ini.

Fibonacci Pinecone

Archimedean Spire

Tetrahedron Fractal

Hiperbola dengan fungsi z = xy

Di sim lain milik The University of Western Australia, saya juga menemukan beberapa karya lain. Sim ini memang khusus menjadi area ekshibisi visual pemodelan saintifik.

Sierpinski Gasket dalam bentuk 3 Dimensi

Granny Knot

Yang tak kalah menariknya adalah ketika mengeunjungi Eksploratorium. Anda akan menemukan berbagai simulasi ilusi optik, selain berbagai simulasi untuk pelajaran sains seperti tata surya (gerhana bulan, gerhana matahari, dll.)

Ilusi optik 3 dimensi

Itulah sebagian yang bisa saya kumpulkan setelah sedikit eksplorasi saya di Second Life. Tentunya, matematika di Second Life bisa ditemukan tidak hanya dalam bentuk karya-karya visual matematis seperti di atas.

Secara umum yang bisa dapat saya simpulkan berdasarkan pengamatan dan sedikit pengalaman saya, setidaknya matematika di Second Life dapat ditemukan melalui berbagai aktivitas berikut.

  • Transaksi ekonomi; Simulasi transaksi ekonomi di Second Life adalah nyata. Jelas didalamnya memerlukan perhitungan-perhitungan matematis.
  • Geometri 3 Dimensi;  Di dalamnya ada pengetahuan tentang konsep transformasi geometri seperti translasi, rotasi, dilatasi, dsb.
  • Vektor kalkulus; Membuat berbagai objek di Second Life menerapkan konsep vektor.
  • Scripting; Matematika dan bahasa pemerograman jelas adalah dua hal berkaitan. Di Second Life, scripting diperlukan agar objek yang dibuat sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Itulah sekilas pandangan saya tentang Second Life dan matematika. Paparan ini setidaknya bisa menjadi sedikit pencerahan bagi siapa saja yang berniat memanfaatkan platform dunia virtual seperti Second Life untuk kepentingan edukasi. Saat ini pun saya masih harus banyak belajar bagaimana agar pemanfaatan media semacam Second Life ini bisa efektif digunakan dalam pembelajaran.

Sebagai informasi penutup, untuk pertama kalinya di Indonesia, seminar tentang pemanfaatan teknologi digital 3D untuk pembelajaran di jalur pendidikan formal Insya Alloh akan diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia. Bertempat di gedung kementrian pendidikan nasional Jakarta, tanggal 24 April 2011. Insya Alloh saya menjadi salah satu pembicara di akhir sesi acara itu.

Oya, ada yang ketinggalan…

Perkenalkan inilah saya di Second Life. Sepertinya avatar saya ini tampak lebih tua dibandingkan saya di dunia nyata ^_^.

Add my avatar "Ayasofa Huckleberry" as your friend ok ^_^!

 

See you in-world ^_^…

,

8 Responses to Matematika di Dunia Virtual “Second Life”

  1. Matematika April 26, 2011 at 5:04 pm #

    Review yang bagus. Terima kasih!!!

  2. autumnevo December 30, 2011 at 7:49 am #

    mb aya, ajarin bikin jilbab di secondlife dong.. :D

  3. miftah January 10, 2012 at 4:45 pm #

    TFS, lagi cari tau dan mau belajar ttg second life nih,
    udah daftar tp belum explorasi jauh..

  4. JH April 1, 2012 at 3:04 pm #

    semua itu memang menyenangkan,
    tapi ada satu masalah..
    yaitu tentang
    L$10 upload pertama, L$10 setelah dimasukan ke dalam mesh..
    belum penghitungan model collada yang akan kita upload..
    primitive paling sedikit yang paling fast untuk di render.
    apa lagi ada batasan pada setiap land…

    huuh..huhhh banyak pembayarann yaa..
    $0.31 per L$1

Trackbacks/Pingbacks

  1. Seminar Online – Second Life for Education - April 27, 2011

    [...] di Second life ini akan didedikasikan bagi pemanfaatan Second Life untuk pendidikan. ( dari Matematika Menyenangkan [...]

  2. Seminar Online – Second Life for Education - GLC Learning Center - April 27, 2011

    [...] Second Life adalah platform 3D yang banyak dipakai untuk bermain game, model, dan simulasi. Beberapa tahun terakhir, mulai muncul gerakan pemakaian Second Life untuk dunia pendidikan, yang dikenal dengan gerakan Second Life for Education (SLED). Banyak lembaga besar seperti NASA, The Abyss Observatory, berbagai museum, perpustakaan, dan perguruan tinggi memiliki tanah di Second Life. Di Indonesia, beberapa orang ibu praktisi pendidikan berbasis keluarga mulai membuat rintisan SLED Indonesia. Mereka membuat grup di Facebook, membuat blog, dan melakukan pertemuan setiap rutin. (dari Matematika Menyenangkan) [...]

Leave a Reply

Designed by Desaindigital

%d bloggers like this: